Monday, May 21, 2018

Membuat nomor halaman berbeda pada awal bab di Microsoft Word

Tutorial Membuat Nomor Halaman Berbeda pada Awal Bab di Microsoft Word



Katakanlah Anda ingin menggunakan nomor halaman atau format angka dan gaya berbeda di berbagai bagian dokumen Anda. Anda dapat menggunakan nomor halaman seperti i, ii, iii ... untuk pengenalan dan daftar isi dan 1, 2, 3 ... untuk semuanya sesudahnya. Triknya adalah membagi dokumen menjadi beberapa section dan memastikan section-section tersebut tidak tertaut. Kemudian, tetapkan nomor halaman untuk masing - masing section tersebut dengan mengikuti langkah-langkah ini.

  1. Klik di awal halaman pertama di mana Anda ingin memulai, menghentikan, atau mengubah penomoran halaman.
  2. Pilih Layout (atau Tata Letak Halaman )> Breaks > Next Page .


    Pilihan istirahat ditampilkan pada tab Layout.

  3. Pada halaman setelah section break, klik dua kali di bagian header (atas halaman) atau footer (bawah halaman) tempat Anda ingin menampilkan nomor halaman. Ini akan membuka tab Design di bawah Header & Footer Tools .
  4. Klik Link to Previous untuk membatalkan pilihan tombol dan memutuskan sambungan atau catatan kaki Anda dari header atau footer di section sebelumnya.

     Tautan ke opsi Sebelumnya disorot di Header & Footer Tools.
    Catatan: Jika Link to Previous diredupkan, artinya tidak ada bagian istirahat antara halaman yang Anda buka dan halaman sebelumnya. Pastikan Anda telah berhasil menambahkan section break (lihat langkah 2) dan Anda telah membuka header untuk section yang sesuai.
  5. Di grup Header & Footer , klik Nomor Halaman , pilih lokasi, lalu pilih gaya di galeri.
     

    Di grup Header dan Footer, pilih Nomor Halaman, lalu pilih Posisi Saat Ini.
    Catatan: Jika perubahan Anda hanya memengaruhi halaman pertama dari section Anda, pastikan Halaman Pertama yang Berbeda tidak dipilih. Klik dua kali area header atau footer dari halaman pertama section tersebut, dan lihat di grup Opsi pada tab Design .
     
  6. Untuk memilih format atau untuk mengontrol nomor awal, di grup Header & Footer , pilih Nomor Halaman > Nomor Halaman Format untuk membuka kotak dialog Format Angka Halaman .

     Pilihan dalam kotak dialog Format Angka Halaman ditampilkan.
  7. Lakukan salah satu atau kedua hal berikut:
    • Klik Format angka untuk memilih format untuk penomoran, seperti a, b, c atau i, ii, iii.
    • Di bawah Page numberik , pilih Start at dan ketik nomor yang Anda inginkan untuk memulai section.
    Kiat:
    • Jika Anda hanya ingin mengubah atau menghapus nomor halaman pertama dari suatu section, klik dua kali untuk membuka header atau footer pada halaman itu, dan di grup Option pada tab Design , klik Different First Page . Kemudian hapus atau format nomor halaman pertama sesuka Anda.
    • Anda juga dapat mengubah tampilan nomor halaman. Pada tab Home , pilih Font , dan ubah, misalnya, gaya font dan keluarga, serta ukuran dan warna font.
  8. Setelah selesai, pilih Close Header and Footer , atau klik dua kali di mana saja di luar area header atau footer untuk menutupnya.

    Opsi Tutup Header dan Footer disorot pada tab Header dan Footer Tools. 

Monday, May 14, 2018

Sitasi Gaya Universitas Gadjah Mada (UGM citation style for Zotero & Mendeley)

Disclaimer:
  1. Style berikut bukan resmi milik UGM namun hanya kreasi mahasiswa yang pernah mengambil studi Doktoral di Program Studi S3 Ilmu Komputer, Fakultas MIPA, UGM
  2. Sitasi ini hanya pernah diujikan pada Zotero & Mendeley
  3. Jangan lupa untuk setting citation language nya ke dalam Bahasa Indonesia
  4.  Mohon maaf bagi pengguna Mendeley, sitasi model et al menjadi dkk TIDAK/BELUM BISA
Berikut beberapa aturan penulisan sitasi pustaka di MIPA UGM (Jika sesuai maka mungkin bisa digunakan di institusi yang lain)

Pengacuan sitasi pustaka dilakukan dengan sistem Harvard.
  1. Untuk pencantuman pustaka yang melibatkan nama penulis berjumlah lebih dari dua digunakan nama belakang penulis pertama diikutidengan dkk. atau et al. (pilih salah satu secara konsisten).
  2. Jika artikel ditulis oleh dua orang, nama belakang kedua penulis harus dicantumkan.
Contoh : 
Penulis tunggal :
  • Ross (2004) menyatakan ...
  • Menurut Ross (2004) ...
  • Himpunan A subset Rn kompak jika dan hanya jika ... (Lang, 2007).D.2.  
Penulis dua orang :
  • Brauer dan Castillo-Chavez (2001) menyatakan bahwa ...
  • Jika titik ekuilibrium sistem non linear hiperbolik, maka … (Nayfeh dan Balachandra, 1995) .
Penulis lebih dari dua orang atau lebih hanya ditulis nama penulis pertama saja :
  • Nagle et al. (2004) menyatakan bahwa ...
  • Nagle dkk. (2004) menyatakan bahwa ...
Jika sitasi terpaksa dilakukan tidak dari sumber asli:
  • Dalam Hirsch dan Smale (1999), Liapunov menyatakan bahwa, jika terdapat fungsi Liapunov yang terdefinisi pada persekitaran suatu titik ekuilibrium, maka ...

Gunakan Link berikut untuk download csl-nya:
https://drive.google.com/open?id=1agiHTxBj8v705bmsEDAkQZ5ythBvKdfI

Monday, May 07, 2018

HyperPlane adalah...



Hyperplane adalah bidang pembagi.



Contoh:

1. Bidang 1 dimensi (garis), maka hyperplane nya adalah titik (0 dimensi)

Hyperplane 1 dimensi
Hyperplane 1 dimensi.png
 2.Bidang 2 dimensi (kotak), maka hyperplane nya adalah garis (1 dimensi)


3.  Bidang 3 dimensi (kubus), maka hyperplane nya adalah kotak (2 dimensi)



Perbedaan Bagging dan Boosting

Bagging vs Boosting

WHAT
  • Keduanya adalah teknik ensemble, yaitu sekumpulan pembelajar (classifier) lemah yang dikombinasikan menjadi pembelajar kuat. Kinerja dari ensemble biasanya lebih baik dibanding pembelajar tunggal

  • Multi classifier terdiri dari:
                 1. Ensemble : same learning algorithm
                 2. Hybrid methods : different learning algorithm

WHY
      1. Solve the main problem in learning which are noise, bias and variance
      2. Multi classifier meningkatkan akurasi, stability
      3. Kombinasi menurunkan variance terutama pada kasus unstable classifier

HOW
      >  Buat N learner dari N sub sample dengan cara random sampling with replacement dari data set original
      > By sampling with replacement some observations may be repeated in each new training data set

Bagging Boosting
any element has the same probability The observations are weighted and therefore some of them will take
part in the new sets more often
each model is built independently builds the new learner in a sequential way
Same probability Misclassified data increases its weights

Bagging vs Boosting Data Replacement

Bagging vs Boosting Independent Sequential

YANG TERBAIK
    • Sama-sama meningkatkan stability
    • Jika single classifier kinerjanya rendah, Boosting lebih bisa meningkatkan kinerja
    • Jika single classifier overfitting, Bagging lebih baik (menurunkan variance). Pada kasus ini, boosting malah menambah masalah variance.

Thursday, April 19, 2018

Perbedaan Principal Component Analysis (PCA) vs Feature Selection


Principal Component Analysis (PCA) vs Feature Selection
 
KESAMAAN:
Kedua metode mengurangi dimensi (prediktor). 

PERBEDAAN:
Princial Componen Analysis (PCA) menggabungkan atribut yang serupa (berkorelasi) dan membuat yang baru. Atribut baru ini lebih unggul dibanding atribut asli.

Feature Selection (FS) tidak menggabungkan atribut. Hanya mengevaluasi kualitas atribut terhadap kemampuan prediksi dan memilih set atribut terbaik.

Kelebihan PCA adalah kombinasi dari sejumlah N atribut terkadang lebih baik daripada atribut individual. Kekurangannya adalah agak sulit untuk menjelaskan apa sebenarnya (hakikat) dari komponen PCA.

Oleh karena itu, lebih sering digunakan/diadopsi Feature Selection karena meskipun kekuatan prediksi tidak sebaik PCA namun kemudahannya untuk dipahami menjadinya lebih disukai.

Tuesday, November 28, 2017

[SOLVED] Menambah field citation pada Zotero

Cara Menambah Informasi Jumlah Sitasi pada Zotero


  1. Download the add-on from https://github.com/beloglazov/zotero-scholar-citations/raw/master/builds/zotero-scholar-citations-1.9.3-fx.xpi
  2. In Zotero Standalone go to Tools -> Add-ons -> click the settings button in the top-right corner -> Install Add-on From File -> select the downloaded file and restart Zotero.
  3. Add Extra in the column

[SOLVED] Mouse not detected in Windows

Solution for Problem of Mouse not detected in Windows


Fix USB Device Not Recognized. Device Descriptor Request Failed When you insert any USB Device get the following message “The last USB device you connected to this computer malfunctioned, and windows does not recognize it.” The device manager has Universal Serial Bus Controllers Flag USB Device Not Recognized. Device Descriptor Request Failed First thing i did was check my USB drivers, but there is not problem with them. After that i checked USB port fearing it might be a hardware problem but again no problem found because other devices are working perfectly like my keyboard, mouse etc. The problem occur only when i insert my hard disk, so i thought there must be an issue with my hard disk but again no problem found as it was working perfectly in another laptop. Now i was seriously worried because after checking everything this must be a “Motherboard” issue but i was seriously relived when i found out that the problem is with the Fast startup and USB Selective Suspend Settings are enabled. Let’s see how to fix Unknown USB Device problem

Method 1: Use Hardware and Devices troubleshooter

1. Press Windows key + R button to open Run dialogue box. 2. Type ‘Control’ and hit enter to open Control Panel. 3. Inside Control Panel in the search box type ‘troubleshooter‘ and select ‘Troubleshooting.‘ 4. After that select ‘Configure a device‘ under ‘Hadware and Sound‘ and follow on screen instruction. 5. If the problem is found, click on ‘Apply this fix.‘ This must fix any error which troubleshooter is capable of but if it didn’t then please continue to the next step.

Method 2: Uninstall Drivers

1. Press windows key + R button to open Run dialouge box. 2. Type ‘devmgmt.msc’ and hit enter to open Device Manager. 3. In device Manager expand Universal Serial Bus controllers. 4. Connect your device which is not being recognized by Windows. 5. You will see an Unknown USB device ( Device Descriptor Request Failed) with yellow sign in Universal Serial Bus controllers. 6. Now right click on it and click Uninstall to remove them. 7. Restart your PC and the drivers will be automatically installed.

Method 3: Disable Fast Startup

1. Press Windows key + R button to open Run dialogue box. 2. Type control and hit enter to open Control Panel. 3. In the search box of Control Panel type Power options. 4. Now select ‘Change what the power buttons do.‘ 5. Click on ‘Change settings that are currently unavailable.’ 6. Navigate to Shutdown Settings and uncheck ‘Turn on Fast startup.’ 7. Next click on Save changes and Reboot.

Method 4: Change the USB Selective Suspend Settings

1. Right click on battery icon and select ‘Power Options.‘ 2. Select Change plan settings. 3. Now click Change advanced power settings. 4. Find USB settings and expand it. 5. Again expand USB selective suspend settings and Disable both On battery and Plugged in settings. 6. Click Apply and Reboot.

Method 5: Update Generic USB Hub

1. Press Windows key + R button to open Run dialogue box. 2. Type ‘devmgmt.msc’ to open Device Manager. 3. Find and expand Universal Serial Bus controllers. 4. Right Click on ‘Generic USB Hub‘ and select ‘Update Driver Software.‘ 5. Now select ‘Browse my computer for driver software.‘ 6. Click on ‘Let me pick from a list of drivers on my computer.‘ 7. Select ‘Generic USB Hub‘ and click Next. 8. Wait for the installation to finish and click Close. 9. Do all the above steps for all the ‘Generic USB Hub‘ present. 10. If problem is still not solved then follow the above steps till the end on Universal Serial Bus controllers. This method must fix your error ‘USB Device Not Recognized. Device Descriptor Request Failed‘

Method 6: Remove Power Supply to Fix USB Device Not Recognized

1. Remove your Power Supply plug from PC. 2. Now Restart your PC. 3. Now connect your USB device to the USB ports. That’s it. 4. After the USB device connected to your PC, then plug in Power Supply to PC.

Method 7: Update BIOS

Sometimes Updating your system BIOS can fix this error. To update your BIOS go to your motherboard manufacturer website and download the latest version of BIOS and install it. Fix USB Device Not Working Windows 10

Tuesday, August 22, 2017

Tips Meningkatkan Kinerja Machine Learning

Hal utama yang paling menarik dan berharga dari pembelajaran mesin (machine learning) adalah pemodelan prediktif. Maksudnya, machine learning digunakan untuk membangun model prediksi berdasarkan data historis untuk kemudian digunakan untuk memprediksi data baru.



Pertanyaan yang paling sering muncul adalah:

Bagaimana mendapatkan prediksi yang lebih baik?
Panduan (Cheat sheet) ini berisi saran terbaik yang disuling dari para pakar dan praktisi pembelajaran mesin top dan pemenang kompetisi. Menggunakan Dengan panduan ini, Anda tidak hanya dapat meningkatkan kualitas/akurasi prediksi anda, namun Anda mungkin mencapai model prediksi kelas dunia.

Secara garis besar, Teknik/Metode untuk meningkatkan kualitas model/prediksi machine learning dapat dikategorisasikan ke dalam 4 hal, yaitu:

    1. Peningkatan Prediksi dengan Data
    2. Peningkatan Prediksi dengan Algoritma
    3. Peningkatan Prediksi dengan Tuning
    4. Peningkatan Prediksi dengan Ensembles
Kategori tersebut diurutkan sesuai dengan besarnya pengaruh metode terhadap kualitas prediksi. Artinya, Semakin ke bawah peningkatan prediksi yang diprediksi semakin rendah. Hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus, namun umumnya akan mengikuti kecenderungan tersebut.

Sumber: Machine Learning Mastery (Jason Brownlee)


Thursday, February 09, 2017

Memahami Overfitting dengan mudah menggunakan contoh

Problem - Sulit memahami overfitting

Beberapa orang menyampaikan kesulitan dalam memahami overfitting. Artikel berikut dibuat dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dalam memahami overfitting. Anda dapat memahami overfitting dengan mudah menggunakan contoh kasus yang diberikan pada dunia nyata.
Memahami Overfitting dengan mudah menggunakan contoh
Memahami Overfitting dengan mudah menggunakan contoh

Generalisasi - pengenalan pola

Overfitting adalah suatu kondisi yang mungkin terjadi pada proses generalisasi. Generalisasi adalah suatu proses induksi yang berusaha mengenali suatu pola dari suatu kejadian pada masa lampau untuk memprediksi kejadian pada masa yang akan datang.

Contoh Generalisasi: 

Perlu prediksi apakah seorang mahasiswa baru akan mampu berprestasi atau tidak.

Oleh karena itu dikumpulkan data dari mahasiswa-mahasiswa yang telah lalu untuk mengenali ciri-ciri mahasiwa yang akan berprestasi. Beberapa ciri atau atribut yang dimiliki oleh mahasiswa adalah:

  • Usia
  • Asal
  • Jenis kelamin
  • Agama
  • Golongan Darah
  • Pekerjaan Ayah
  • Pendidikan Ayah
  • Jurusan SMA
  • Prestasi (label yang ingin diprediksi)

Oleh karena itu dilakukan proses generalisasi (istilah pada machine learning) pada data mahasiswa lama untuk menentukan apakah seorang mahasiswa baru akan berprestasi atau tidak. Hasil proses generalisasi berupa model. Prediksi prestasi mahasiswa baru dilakukan dengan memasukan ciri/atribut mahasiwa baru tersebut ke dalam model yang telah dibangun.

OVERFITTING


Overfitting adalah suatu kondisi dimana model, dibangun dengan memperhitungkan seluruh ciri yang ada, termasuk noise
Padahal, bisa jadi satu atau lebih ciri tidak berkontribusi atau lebih dikenal sebagai noise (dalam kasus diatas, tidak semua ciri/atribut mahasiswa menentukan prestasi mahasiswa). Konsekuensinya, meskipun model yang dibangun sangat cocok pada data training (mahasiswa lama), namun salah dalam memprediksi prestasi mahasiswa baru.

Contoh Overfitting:

Sebetulnya yang mempengaruhi prestasi mahasiwa adalah usia, asal, pendidikan ayah, pekerjaan ayah, dan jurusan SMA. Maka noise di sini adalah jenis kelamin, agama, dan golongan darah.

Sehingga jika kebetulan golongan darah pada semua mahasiswa lama semuanya A (dan ini dikenali sebagai pola), maka ketika ada mahasiswa baru yang memenuhi kriteria usia, asal, pendidikan ayah, pekerjaan ayah, dan jurusan SMA akan diprediksi tidak berprestasi hanya karena golongan darah B.
Sementara pada kenyataannya ia berpretasi (prediksi salah).

Semoga bermanfaat

ditulis oleh: Syarif Hidayat

Catatan:
Diperbolehkan menyalin dan mempublikasikan artikel di atas selama memberi kredit dan/atau referensi kepada situs syarifhidayat.net dengan cara mencantumkan logo dan/atau menulis sumbernya yaitu situs syarifhidayat.net serta memberi link ke halaman situs syarifhidayat.net pada setiap materi yang digunakan. (Sesuai ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta)